Monthly Archives: Oktober 2011

KTSP SMP 1 DORO


PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT., tim penyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP 1 Doro dapat menyelesaikan KTSP SMP 1 Doro ini. KTSP ini disusun untuk digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pada SMP 1 Doro dalam menentukan berbagai kebijakan dan kegiatan belajar mengajar tahun pelajaran 2011/2012 agar terencana, terarah, dan tepat tujuan yang akan dicapai khususnya dalam mengantarkan perserta didik menjadi insan yang Unggul, Taqwa dan me-Masyarakat sebagai bekal hidup dan bekal membangun negeri tercinta Indonesia.
KTSP ini terdiri dari 2 (dua) buku. Buku pertama berisi tentang struktur dan muatan kurikulum, buku kedua berisi tentang silabus dan RPP. Keduanya merupakan satu kesatuan, yang disusun sebagai pedoman dalam kegiatan belajar-mengajar, untuk mencapai tujuan pendidikan di SMP 1 Doro Kabupaten Pekalongan.
Ucapan terimakasih pantas kami sampaikan kepada semua pihak yang telah ikut membantu terselesaikannya KTSP ini, khususnya Komite Sekolah, yang telah memberikan beberapa pertimbangan berkaitan dengan karakteristik masyarakat setempat.
Semoga segala bantuan, saran, arahan-arahan dan bimbingan yang telah diberikan kepada Tim Penyusun, mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT, Amin.
.

Doro, 18 Juli 2011

Tim Penyusun
KTSP SELENGKAPNYA DAPAT DIDOWNLOAD DISINI: HALAMAN AWAL KTSP
SEDANGKAN HALAMAN ISI DAPAT DIDOWNLOAD DISINI: ISI KTSP SMP 1 DORO

2 Komentar

Filed under pendidikan

TESIS: Pengembangan Perangkat Pembelajaran PKn Melalui Model Problem Based Learning Berbasis ICT Untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Siswa Kelas VIII


ABSTRAK
Solikhin. 2011. Pengembangan Perangkat Pembelajaran PKn Melalui Model Problem Based Learning Berbasis ICT Untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Siswa Kelas VIII. Tesis, Program Studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Prof. Dr. Maman Rachman, M.Sc. Dr. St. Budi Waluya, M.Si., Ph.D.
Kata-kata kunci: Perangkat Pembelajaran PKn, Problem Based-Learning, ICT, Kemampuan analisis.

Pembelajaran PKn selama ini masih didominasi dengan penggunaan model pembelajaran konvensional, hal ini membuat pembelajaran kurang menarik, variatif dan kurang dapat mengembangkan kemampuan analisis siswa. Penggunaan perangkat pembelajaran PKn dengan model PBL berbasis ICT diharapkan mampu menjadi salah satu solusi bagi permasalahan ini. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendapatkan hasil perangkat pembelajaran PKn dengan model PBL berbasis ICT yang valid; (2) mengetahui kepraktisan pembelajaran PKn dengan model PBL berbasis ICT; dan (3) mengetahui kefektifan pembelajaran PKn dengan model PBL berbasis ICT untuk meningkatkan kemampuan analisis siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu Define, Design, Develop dan Disseminate. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi RPP, Bahan Ajar Siswa, LKS, CD interaktif Pembelajaran dan Lembar Penilaian Siswa (LPS). Subyek penelitian meliputi 40 siswa kelas VIII A SMP 1 Doro – Pekalongan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, angket dan metode tes, yang terdiri dari validasi perangkat pembelajaran, observasi pengelolaan pembelajaran dan aktivitas siswa, tes hasil belajar, angket respon siswa dan guru.
Penelitian pengembangan ini dikatakan berhasil jika perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, efektif. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kevalidan perangkat pembelajaran adalah RPP (3,71), Bahan Ajar (3,72), LKS (3,78), CDIP (3,82) dan LPS (3,53). Hasil pengembangan perangkat pembelajaran ini berkategori valid. Kepraktisan pembelajaran dinilai dari pengelolaan pembelajaran baik (3,48), keterlaksanaan pembelajaran baik (93,7%), aktivitas guru dan siswa dalam kategori baik. Keefektifan pembelajaran ditunjukkan dengan respon siswa sangat positif (92,2% ), respon guru sangat positif (87,5%) dan hasil belajar siswa memenuhi batas ketuntasan secara individual dengan nilai ≥ 65 ( 35 siswa) dan ketuntasan klasikal (87,5%). Hasil uji hipotesis data berpasangan t hitung (12,0378) > t tabel (2,0226), artinya kemampuan analisis siswa sebelum dan sesudah diterapkan PBL berbasis ICT berbeda dan cenderung meningkat. Hasil Uji t-test menunjukkan bahwa t hitung (2,16) > t tabel (2,027) artinya kelas eksperimen cenderung lebih meningkat kemampuan analisisnya dibandingkan kelas kontrol.
Penelitian ini diharapkan menjadi jembatan bagi penelitian-penelitian selanjutnya, dalam mengungkap aplikasi penelitian ini pada wilayah di luar kabupaten Pekalongan, sekolah swasta, dan pada mata pelajaran lainnya.
…..
UNTUK SELANJUTNYA SILAKAN HUBUNGI VIA HP 085742835973 ATAU EMAIL: oki71@yahoo.co.id.

9 Komentar

Filed under pendidikan, PKn, TIK

KURIKULUM KEUNGGULAN LOKAL DAN GLOBAL

Tulisan ini tergelitik dari “Pelatihan Penyusunan Kurikulum” yang saya ikuti Selasa, 11 Oktober 2011 di SMK 1 Kedungwuni – Pekalongan. Ketika pak Muzakim menanyakan tentang perbedaan kurikulum keunggulan lokal dan global dengan pendidikan life skill, menurut hemat saya penyaji kurang pas dalam memberikan jawaban.
Oleh karena itu, untuk menambah referensi pak Muzakim dan teman-teman yang lain silakan download tulisan berikut ini
keunggulan lokal

secara ringkasnya sebagai berikut.
1. Keunggulan lokal
Keunggulan lokal adalah segala sesuatu yang merupakan ciri khas kedaerahan yang mencakup aspek ekonomi, budaya, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain. Sumber lain mengatakan bahwa Keunggulan lokal adalah hasil bumi, kreasi seni, tradisi, budaya, pelayanan, jasa, sumber daya alam, sumber daya manusia atau lainnya yang menjadi keunggulan suatu daerah (Dedidwitagama,2007). Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Keunggulan Lokal (KL) adalah suatu proses dan realisasi peningkatan nilai dari suatu potensi daerah sehingga menjadi produk/jasa atau karya lain yang bernilai tinggi, bersifat unik dan memiliki keunggulan komparatif.
Keunggulan lokal yang akan dikembangkan di SMP 1 Doro adalah:
a. Olahraga (sepak bola, pencak silat, bola basket dan bola volly)
b. Kesenian (Tari daerah dan group band)
c. Pertanian (tanaman keras dan pertanian sawah)

2. Keunggulan Global
Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik agar mampu bersaing ditingkat lokal, nasional dan internasional.
Keunggulan global yang akan dikembangkan di SMP 1 Doro adalah:
a. Bahasa Inggris dan
b. Internet

3. Pendidikan life skill
Konsep life skill dapat didownload disini.Konsep Pendidikan Kecakapan untuk Hidup
Contoh program life skil di SMP 1 Doro sebagai berikut.
Kurikulum memiliki kedudukan yang sangat sentral dalam seluruh kegiatan pembelajaran, yang menentukan proses dan hasil belajar. Mengingat pentingnya peranan kurikulum dalam pembelajaran, serta dalam pembentukkan kompetensi dan pribadi peserta didik dan dalam perkembangan kehidupan masyarakat pada umumnya, maka SMP 1 Doro mengembankan kurikulum siswa yang didalamnya berisi program-program sebagai berikut: (1) Broadcasting,(2) Conversation, (3) Menjahit, (4) sepak bola, (5) Voly, (6) Musik, (7) Otomotif, dan (8) Tapak suci. Adapun program-program tersebut bertujuan untuk membantu siswa agar memiliki life skill sebagai bekal setelah lulus dari SMP 1 Doro agar siap terjun ke masyarakat. Melihat kenyataan sekarang ini banyak lulusan dari SMP yang menjadi pengangguran, diharapkan dengan adanya program tersebut dan dengan bekal yang telah dimiliki siswa akan lebih siap terjun kedalam dunia kerja.
Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar

Filed under pendidikan