KOMITE SEKOLAH


KONDISI RIIL KOMITE SEKOLAH DI INDONESIA

oleh : Solikhin

Bagi sekolah/madrasah di Indonesia eksistensi komite sekolah sangat dibutuhkan. Komite berfungsi sebagai pendesain maju mundurnya sekolah/madrasah bersama pihak sekolah dan orang tua siswa dan tokoh masyarakat lainnya yang biasa kita kenal dengan stakeholder.

Sebagai pendesain sekolah/madrasah artinya komite sekolah harus mampu dan bertanggung jawab atas kegiatan perencanaan, proses dan pengembangan serta evaluasi terhadap kinerja sekolah/madrasah. Dalam kegiatan perencanaan, komite sekolah berperan dan ikut serta merancang dan menentukan arah kebijakan,tujuan dan target sekolah/madrasah dalam kurun waktu tertentu (misal : 5 tahun). Kegiatan proses, artinya komite sekolah dilibatkan dalam perumusan standar minimal terhadap proses pembelajaran dan mutu lulusan, serta proses pengadaan sarana dan prasarana sekolah. Kegiatan pengembangan, lebih diarahkan agar sekolah/madrasah memiliki daya saing dan komparasi yang lebih baik jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain. Sedangan kegiatan evaluasi, lebih diarahkan untuk menilai kinerja pihak sekolah tentang apa saja yang telah diperbuat pihak sekolah selama kurun waktu tertentu yang telah lewat.

Untuk itu dibutuhkan kualifikasi tertentu agar seseorang dapat menjadi anggota komite sekolah. Ada 4 (empat) hal yang harus dipenuhi yaitu : (1) amanah, (2) profesional, (3) mau beramal, (4) memiliki komitmen yang tinggi terhadap pendidikan.

Kualifikasi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, amanah, artinya seorang anggota komite sekolah harus dapat dipercaya dan bertanggung jawab atas hal-hal yang diperbuatnya. Orang bijak mengatakan : ”harus menyatu antara perkataan dan perbuatan”. Kedua, profesional, artinya seorang anggota komite sekolah harus memiliki keahlian dalam bidang tertentu serta mampu memanajemen bidang yang yang dipercayakan kepadanya. Ketiga, mau beramal, artinya seorang anggota komite sekolah harus mau dan siap untuk beramal bagi kemajuan sekolah. Apa saja yang menjadi kebutuhan sekolah apalagi yang bersifat darurat/mendesak harus siap ditanggung oleh komite sekolah. Keempat, memiliki komitmen yang tinggi terhadap pendidikan, artinya seorang anggota komite sekolah harus senantiasa fokus terhadap kemajuan pendidikan dimana ia menjadi anggota komite sekolah. Hal-hal yang menjadi hambatan harus dapat diubah menjadi tantangan.

Lalu bagaimana kondisi riil komite sekolah kita? Jawabannya masih sangat amburadul. Sebagian besar orang menjadi anggota komite sekolah lebih didominasi oleh faktor kepentingan (importance factor). Seperti kepentingan agar bisa menguasai proyek-proyek sekolah, menguasai keuangan sekolah, mengendalikan sekolah bersama kepala sekolah (power of second), menitipkan anaknya untuk menjadi siswa atau pegawai di sekolah dan sebagainya. Jadi jelas, bukan didasari oleh kualifikasi di atas, tetapi lebih didominasi kepentingan-kepentingan termasuk kepentingan pribadi.

Sekarang saya tantang, berapa persen komite sekolah di Indonesia yang memiliki 4 (empat) kualifikasi di atas? Pasti jumlahnya sangat minor. Apalagi pada sekolah-sekolah pinggiran, orientasinya lebih kerarah keuntungan materi (searching profit). Bayangkan saja, untuk mau menghadiri rapat di sekolah saja, mereka harus disiapkan fasilitas dan uang transport. Singkat kata, bukan apa yang bisa diberikan pada sekolah tetapi apa yang bisa didapat dari sekolah.

Mengapa kondisi semacam ini bisa terjadi?  Jawabannya adalah karena sebagian besar anggota komite sekolah di Indonesia masih ”merasa kekurangan”. Bandingkan saja, jika di Amerika Serikat untuk menjadi komite sekolah harus berasal dari dari orang ”kaya” (biasanya berasal dari pengusaha/pejabat publik), sehingga ketika sekolah membutuhkan sesuatu bagi kemajuan sekolah, mereka selalu menyediakannya. Sekali lagi hal ini didasari oleh komitmen yang tinggi terhadap kemajuan pendidikan dan semangat untuk mau beramal. Di Indonesia yang semacam ini jumlahnya sangat minor.

Oleh karena itu saya menyarankan, jika sekolah berada di sekitar lingkungan industri, rekrutlah anggota-anggota komite sekolah yang berasal dari para pengusaha, arahkan agar para pengusaha mau beramal bagi pendidikan. Jika sekolah berada dilingkungan para birokrat, rekrutlah para birokrat untuk menjadi anggota komite sekolah, agar dapat beramal bagi pendidikan atau minimal mencarikan celah-celah aliran dana pendidikan. Jika di sekitar sekolah ada para legislator, ajaklah menjadi anggota komite sekolah agar minimal menunjukkan dan menjadi power bagi sekolah dalam mencari alokasi dana pendidikan dimudahkan, dan lain-lain. Saya yakin minimal di sekitar kita pasti masih ada orang yang kaya dan orang yang mau beramal dalam dunia pendidikan.

Satu hal lagi yang harusnya diperhatikan oleh pembuat kebijakan sekolah adalah tidak asal ”comot” dalam memutuskan keanggotaan komite sekolah apalagi berdasarkan ”kedekatan”. Keanggotaan komite sekolah agar menjadi tangguh, diantaranya harus berisi orang-orang yang kompeten di bidangnya. Minimal ada 5 (lima) bidang yang harus tercakup dalam komite sekolah : 1) Pendidik, 2) Ekonom/pengusaha, 3) Birokrat, 4) Legislator, dan 5) tokoh masyarakat.

Bersambung…..

8 Komentar

Filed under pendidikan, sosial

8 responses to “KOMITE SEKOLAH

  1. komite memang dibutuhkan di sebuah lembaga pendidikan agar ada yang mengontrol perkembangan pendidikan di lembaga tersebut, tetapi ada komite yang hanya ‘nama’ tapi ada pula yyang ‘terlalu jauh’ memasuki area kegiatan pendidikan di lembaga pendidikan

  2. What’s up, I desire to subscribe for this website to get most recent updates, therefore where can i do it please assist.

  3. Have you ever considered writing an e-book or guest authoring on
    other blogs? I have a blog based upon on the same
    topics you discuss and would love to have you share some stories/information.
    I know my subscribers would value your work. If you are even remotely
    interested, feel free to send me an e mail.

  4. I wanted to thank you for this excellent read!! I absolutely loved every bit of it.
    I’ve got you book-marked to check out new things you post…

  5. I always spent my half an hour to read this
    website’s articles or reviews daily along with a cup of coffee.

  6. This piece of writing is really a good one it assists new internet people, who are wishing in favor of blogging.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s