Daily Archives: 21 Februari 2011

MENULIS DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah karya ilmiah. Kutipan dari refensi yang tertulis dalam sebuah karya ilmiah harus selalu diikuti dengan penulisan daftar pustaka. Jadi apa saja refensi yang dikutip dalam karya ilmiah saudara baik pada bab pendahuluan sampai bab analisis data harus tertulis lengkap dalam daftar pustaka, sebaliknya apa yang tertulis dalam daftar pustaka harus ada kutipannya dalam bab pertama hingga bab terakhir. Jangan sampai di dalam daftar pustaka tertulis seorang pengarang/penulis tetapi dalam isi karya ilmiah saudara tidak ada, begitu sebaliknya.

Sebelum menuju pada penulisan daftar pustaka, alangkah baiknya dimulai dengan penulisan kutipan dalam isi karya ilmiah. Ingat, bahwa kutipan yang jumlah baris tulisannya tidak lebih dari 5 baris, maka ditulis biasa dengan 2 spasi. Jika kutipan melebihi 5 baris, maka harus ditulis dengan 1 spasi, kemudian didahului/diikuti sumber referensinya.
Misal: menurut Khairul Huda (2009:3),…. sepintas penulisan ini benar tetapi sesungguhnya salah, yang benar adalah menurut Huda K.(2009:3), jadi yang didahulukan adalah nama keluarga atau nama belakang, kemudian diikuti dalam kurung tahun dan halaman buku. Jangan lupa gunakan tanda “:” setelah tahun buku itu diterbitkan, atau cukup Huda (2009:3). Jika penulisannya setelah kutipan, maka penulisannya menjadi ….( Huda,2009:3).

Lantas bagaimana tata cara penulisan daftar pustaka?
Penulisan dalam daftar pustaka dengan kaidah sebagai berikut: nama penulis, tahun. judul buku. kota : nama penerbit. Contohnya: Huda K., 2009. Strategi Pembuatan PTK. Pekalongan: SMP 1 Doro Press. Pada judul buku ditulis miring, perhatikan juga penggunaan tanda bacanya.
Bagaimana jika ada dua penulis buku/referensi?
Penulisannya menjadi: Huda K. & Raharjo P., 2009. Strategi Pembuatan PTK. Pekalongan: SMP 1 Doro Press.
Bagaimana jika ada tiga penulis atau lebih?
Penulisannya cukup dengan “et.al.”, sehingga menjadi: Huda K. et.al., 2009.Strategi Pembuatan PTK. Pekalongan: SMP 1 Doro Press.

Yang menjadi diskusi kami adalah bahwa menurut ketentuan LPMP maupun Perguruan Tinggi, referensi yang dirujuk harus maximal 5 tahun usia buku/referensinya, bahkan untuk penulisan tesis ditambah dengan rujukan dari jurnal internasional sebanyak 6 jurnal. Oleh teman-teman yang ikut kegiatan BERMUTU, dianggapnya tidak mungkin dan sangat mengalami kesulitan untuk mencari referensi yang terbaru…
Dalam kesempatan ini saya berikan strateginya:
1. Kerja keras dulu cari referensi yang terbaru, rajin kunjungi perpustakaan atau toko buku, bisa juga beli online lewat internet.
2. Jika buku-buku dalam bahasa Indonesia yang dimaksud tidak ditemukan, maka cari dalam bahasa aslinya
3. Download dari jurnal-jurnal internasional atau jurnal dalam negeri yang kredibel.
4. Jika tidak menemukan bukunya, cukup saudara cari kutipannya yang telah dikutip oleh penulis lain. Misal: Plato (1950) dalam Huda (2009:5). Dengan langkah ini berarti saudara telah menggunakan referensi terbaru (2009) meskipun mengambil kutipan dari refensi lama (1950). Dengan strategi ini pula berarti sebenarnya saudara masih menggunakan teori lama, tetapi telah direduksi ulang oleh penulis baru, karena tidak selamanya teori yang lama sudah dipatahkan oleh teori yang baru. Artinya masih saja ada teori-teori lama yang masih dipakai sampai sekarang.

Diskusi semakin menarik….
Akan saya bahas pada posting yang akn datang!

Iklan

2 Komentar

Filed under pendidikan